5 Cara Menanam Singkong dengan Stek Batang Mari kita simak penjelasannya dibawah ini: 5 Cara Menanam Singkong dengan Stek Batang Singkong atau ubi kayu atau yang dikenal juga dengan nama ketela pohon merupakan tanaman sejenis umbi yang memiliki karbohidrat yang tinggi. Bagian yang biasa dimanfaatkan pada tanaman ini adalah bagian umbi dan daunnya. Biasanyasetelah 25 - 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen. Pada saat praktek menanam selada menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5". Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada. Kalau dikalkulasi secara ekonomi untuk di Bontang, Biaya untuk buat Rak : Padasaat praktek menanam selada ini saya menghabiskan air nutrisi sekitar 80 ltr untuk 156 lubang tanam terdiri dari 6 batang pipa 2.5". Setiap lubang tanam diisi 2 bibit selada. Kalau dikalkulasi secara ekonomi (contoh untuk daerah di Bontang), Biaya untuk buat Rak : - Pipa 2,5" 6 batang Rp. 240.000 - Lbow 4 pcs Rp. Karakteristiktanaman sagu bisa dilihat dari batang, daun, hingga bunganya. Mengutip dari buku Budidaya dan Kriteria Panen Tanaman Sagu, Rabu (3/8/2022), berikut karakteristik tanaman sagu. Baca juga: Ini Area Terbaik Menanam Tanaman Sagu. Batang tanaman sagu. Batang menjadi bagian terpenting dari tanaman sagu. Dianjurkanuntuk melakukan pemupukan awal dengan N sebanyak 11 kg/ha dan P sebanyak 17 kg/ha, yang ditempatkan 3-5 cm dibawah bibit pada waktu tanam. Sisa pupuk diberikan di dalam alur, disekitar batang dengan jarak kira-kira 5 cm dari pangkal batang, kemudian laur ditutp dengan tanah. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Selada merupakan jenis sayuran yang populer dan sering dijumpai di meja makan. Selain memiliki rasa yang segar dan enak, selada juga kaya akan kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Selada termasuk dalam keluarga tumbuhan Asteraceae dan memiliki beberapa jenis, antara lain selada hijau, selada romaine, selada iceberg, dan selada endive. Budidaya selada sendiri dapat dilakukan di lahan pertanian, kebun, atau bahkan dalam pot di rumah. Selada cukup mudah untuk dibudidayakan, asalkan diberikan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam artikel ini, akan dibahas secara lengkap mengenai budidaya selada, mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga panen. Anda akan mengetahui tahapan-tahapan penting dalam budidaya selada, seperti pemupukan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, dan pemangkasan. Selain itu, artikel ini juga akan memberikan tips dan trik untuk memperoleh hasil panen yang maksimal dan berkualitas. Budidaya selada dapat menjadi alternatif penghasilan tambahan bagi petani atau hobi yang ingin mencoba bercocok tanam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba budidaya selada di lahan atau di rumah. Daftar Isi1 Syarat Tumbuh Selada2 Teknik Budidaya 1. Stek atau 2. Cangkok3 Menanam Selada di Lahan4 Menanam Selada dengan Metode Persemaian5 Budidaya Selada Hidroponik6 Budidaya Selada dalam Pot7 Proses Perawatan Menanam Pemupukan Pengendalian Hama dan Penyakit Budidaya 1. Hama Pada Tanaman 2. Penyakit Saat Budidaya Selada8 Proses Panen Selada Syarat Tumbuh Selada Selada merupakan tanaman yang membutuhkan beberapa syarat untuk tumbuh dengan baik, di antaranya 1. Tanah yang subur Selada membutuhkan tanah yang subur dan mengandung nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Sebelum menanam, pastikan untuk mempersiapkan lahan dengan melakukan olah tanah yang cukup dan memberikan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk memperbaiki kesuburan tanah. 2. Kondisi lingkungan yang sejuk Selada tumbuh dengan baik pada suhu lingkungan yang sejuk, sekitar 15-20 derajat Celsius. Oleh karena itu, tanaman ini lebih cocok ditanam pada musim hujan atau di daerah dengan iklim yang sedang seperti pegunungan. 3. Pencahayaan yang cukup Selada membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik, namun tidak terlalu terik. Sebaiknya tanaman ini ditanam pada tempat yang agak teduh atau terkena sinar matahari secara tidak langsung. 4. Ketersediaan air yang cukup Selada membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, terutama pada tahap awal pertumbuhan dan perkembangan. Pastikan tanah selalu lembab, namun tidak terlalu basah yang dapat mengakibatkan kondisi tanah terlalu lembab dan merusak akar selada. 5. Perawatan yang baik Perawatan yang baik seperti menyiram tanaman secara teratur, menyiangi gulma, memupuk secara rutin, serta mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman selada, sangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Dengan memperhatikan syarat tumbuh selada tersebut, diharapkan selada yang dihasilkan dapat tumbuh dengan optimal dan menghasilkan hasil panen yang baik. Teknik Budidaya Selada Penyambungan atau perbanyakan tanaman selada dapat dilakukan dengan cara stek atau setek dan cangkok. Berikut ini adalah penjelasan tentang cara-cara tersebut 1. Stek atau Setek Stek atau setek adalah cara perbanyakan tanaman dengan cara memotong bagian batang atau daun, kemudian menanamnya di media tanam. Cara ini umumnya dilakukan pada tanaman selada dengan jenis daun yang besar. Berikut langkah-langkahnya – Pilih batang atau daun yang sehat dan bebas dari penyakit. – Potong bagian batang atau daun sekitar 10 cm dari pangkalnya. – Buang bagian daun yang ada pada 2/3 bagian potongan, lalu sisakan 1/3 bagian atasnya. – Masukkan potongan tersebut ke dalam media tanam, seperti cocopeat atau campuran pasir dan pupuk kandang. – Siram secara teratur hingga tumbuh akar dan tunas baru. 2. Cangkok Cangkok adalah cara perbanyakan tanaman dengan cara membuang sebagian kulit batang, kemudian menutupi bagian yang telah dipotong dengan bahan seperti lumut atau sabut kelapa, sehingga muncul akar baru di sekitar potongan tersebut. Cara ini umumnya dilakukan pada tanaman selada dengan jenis daun yang kecil. Berikut langkah-langkahnya – Pilih batang yang sehat dan bebas dari penyakit. – Buat sayatan melingkar pada bagian kulit batang sekitar 1-2 cm dari pangkal batang. – Tutupi bagian sayatan dengan bahan seperti lumut atau sabut kelapa yang telah dibasahi dengan air. – Setelah akar baru tumbuh, potong batang tersebut pada bagian atas cangkok dan tanam di media tanam yang disiapkan. Kedua cara tersebut dapat dilakukan untuk memperbanyak tanaman selada secara efektif dan ekonomis. Namun, perlu diingat bahwa dalam memperbanyak tanaman selada, penting untuk memilih bibit yang sehat dan bebas dari penyakit. Menanam Selada di Lahan Berikut adalah beberapa langkah cara menanam selada di lahan 1. Persiapan Lahan Lahan untuk menanam selada harus dipersiapkan dengan baik. Lakukan penggemburan tanah agar tanah menjadi lebih longgar dan mudah ditumbuhi akar selada. Kemudian tambahkan pupuk kandang atau kompos ke dalam tanah agar nutrisi tanah tercukupi. 2. Penyemaian Benih Selada Benih selada bisa langsung ditanam pada lahan atau di persemaian terlebih dahulu. Jika ditanam langsung di lahan, buatlah parit kecil dengan kedalaman sekitar 1 cm dan jarak antar lubang sekitar 15-20 cm. Kemudian letakkan benih selada pada lubang dan tutup kembali dengan tanah. 3. Penyiraman Setelah benih selada ditanam, siramlah tanah secara merata dengan menggunakan air yang cukup. Pastikan tanah selalu lembab namun tidak terlalu basah, karena kondisi tanah yang terlalu basah dapat membuat benih busuk dan tidak tumbuh. 4. Perawatan Tanaman Selama pertumbuhan, pastikan tanaman selalu mendapatkan pasokan air dan nutrisi yang cukup. Lakukan penyiraman secara teratur dan pemberian pupuk jika diperlukan. 5. Pemangkasan Pada tahap pertumbuhan, lakukan pemangkasan untuk mencegah tumbuhnya daun yang berlebihan. Pemangkasan dapat dilakukan dengan memotong bagian daun yang terlalu panjang atau daun yang rusak. 6. Panen Selada dapat dipanen ketika sudah mencapai ukuran yang cukup besar. Cukup ambil bagian daun selada yang diinginkan dengan memotong batangnya dengan pisau atau gunting. Menanam Selada dengan Metode Persemaian Berikut adalah langkah-langkah cara menanam selada dengan metode persemaian 1. Persiapan alat dan bahan Siapkan alat seperti pot, tanah, sekam bakar, dan benih selada. 2. Persiapan Media Tanam Campurkan tanah dengan sekam bakar dengan perbandingan 11. Tuangkan campuran tanah dan sekam bakar pada pot yang sudah disiapkan. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk kandang atau kompos pada media tanam. 3. Penyemaian benih Buat lubang kecil pada media tanam dengan jarak antara lubang sekitar 10 cm. Kemudian masukkan benih selada ke dalam lubang sekitar 2-3 benih per lubang. Setelah itu, tutup kembali lubang dengan menggunakan media tanam. 4. Penyiraman Siram media tanam dengan air yang cukup hingga tanah menjadi lembab, namun tidak terlalu basah. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari untuk menjaga kelembaban media tanam. 5. Pencahayaan Letakkan pot persemaian di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Namun, jika sinar matahari terlalu terik, sebaiknya pot diletakkan di tempat yang agak teduh. 6. Perawatan Perhatikan pertumbuhan selada pada saat persemaian. Jika tanaman sudah mencapai tinggi sekitar 5 cm, maka selada siap dipindahkan ke lahan tanam. Sebelum dipindahkan, tanaman selada harus diaklimatisasi terlebih dahulu dengan cara memindahkan pot ke tempat yang lebih terbuka selama beberapa hari agar tanaman terbiasa dengan kondisi lingkungan yang lebih terbuka. Budidaya Selada Hidroponik Berikut adalah langkah-langkah cara budidaya selada hidroponik 1. Persiapan Alat dan Bahan Siapkan alat dan bahan seperti tangki hidroponik, pompa air, pipa air, selang, timer, net pot, substrat hidroponik, nutrisi hidroponik, dan bibit selada. 2. Persiapan Sistem Hidroponik Rangkai sistem hidroponik dengan menghubungkan tangki hidroponik ke pompa air dan pipa air dengan menggunakan selang. Pasang juga timer agar pompa air menyuplai nutrisi ke dalam net pot secara berkala. 3. Persiapan Net Pot Masukkan substrat hidroponik ke dalam net pot. Jangan lupa untuk memperhatikan jumlah substrat hidroponik yang tepat dan pastikan pot tidak penuh agar nutrisi dapat terserap dengan baik. 4. Penyemaian Benih Selada Tanamkan bibit selada pada net pot yang sudah diisi substrat hidroponik. Pastikan bibit selada sudah memiliki akar sebelum ditanam pada net pot. 5. Pemeliharaan Perhatikan pemeliharaan selada secara teratur dengan memeriksa pH dan kadar nutrisi dalam tangki hidroponik. Lakukan penyiraman dengan nutrisi hidroponik secara teratur, dan pastikan selada mendapat sinar matahari yang cukup. 6. Pemanenan Pemanenan selada dapat dilakukan setelah 3-4 minggu tanam. Cukup potong daun selada yang siap panen dengan gunting tanaman, dan pastikan sisa tanaman tetap terjaga untuk masa tanam berikutnya. Dengan mengikuti langkah-langkah cara budidaya selada hidroponik tersebut, diharapkan dapat menghasilkan selada yang sehat dan berkualitas tinggi dengan waktu panen yang lebih cepat dibandingkan dengan metode budidaya tradisional. Budidaya Selada dalam Pot Berikut adalah langkah-langkah cara menanam selada dalam pot 1. Pilih Pot yang Tepat Pilih pot dengan ukuran yang sesuai dengan bibit selada yang akan ditanam. Pastikan pot memiliki lubang di bagian bawah untuk memastikan drainase yang baik. 2. Siapkan Media Tanam Gunakan campuran media tanam yang terdiri dari tanah, kompos, dan pasir dalam perbandingan yang tepat. Campurkan semua bahan tersebut hingga tercampur rata. 3. Tanam Bibit Selada Tanam bibit selada pada pot dengan jarak tanam yang cukup antar bibit. Pastikan bibit selada telah tumbuh dengan baik sebelum ditanam pada pot. 4. Penyiraman Lakukan penyiraman secara teratur dengan air bersih, pastikan media tanam tetap lembab tetapi tidak terlalu basah. 5. Pencahan Tanaman Setelah selada tumbuh hingga 5-7 cm, lakukan pencahan tanaman dengan cara memotong daun selada bagian atas untuk mendorong pertumbuhan cabang baru. 6. Pemupukan Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik atau pupuk khusus untuk tanaman sayuran, lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali. 7. Pemanenan Pemanenan selada dapat dilakukan setelah 3-4 minggu tanam. Cukup potong daun selada yang siap panen dengan gunting tanaman, dan pastikan sisa tanaman tetap terjaga untuk masa tanam berikutnya. Dengan mengikuti langkah-langkah cara menanam selada dalam pot tersebut, diharapkan dapat menghasilkan selada yang sehat dan berkualitas tinggi dengan cara yang mudah dan praktis. Proses Perawatan Menanam Selada Berikut adalah beberapa cara perawatan menanam selada yang dapat dilakukan Penyiraman Penyiraman selada sangat penting untuk menjaga kualitas dan pertumbuhan tanaman. Penyiraman yang kurang atau berlebihan dapat menyebabkan tanaman selada mengalami stres, layu, hingga mati. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman selada 1. Frekuensi Penyiraman Frekuensi penyiraman selada tergantung pada kondisi lingkungan tempat tanam dan jenis tanah yang digunakan. Pada umumnya, selada perlu disiram 1-2 kali dalam sehari terutama pada musim kemarau atau saat tanah terlihat kering. Namun, jangan terlalu sering menyiram tanaman karena dapat menyebabkan akar selada membusuk akibat kelebihan air. 2. Kebutuhan Air Selada membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kebutuhan air selada sekitar 2,5 cm-3 cm per minggu, tergantung pada jenis dan fase pertumbuhan. Saat penyiraman, pastikan tanah terlihat basah hingga kedalaman akar selada. 3. Teknik Penyiraman Teknik penyiraman yang baik adalah dengan menyiram secara perlahan-lahan, sehingga air meresap ke dalam tanah dan tidak mengalir di permukaan tanah. Gunakan air yang bersih dan jangan terlalu dingin atau terlalu panas, karena suhu yang ekstrem dapat merusak akar selada. 4. Waktu Penyiraman Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, sebelum atau setelah sinar matahari terik. Hindari menyiram pada siang hari karena air yang terkena sinar matahari langsung dapat menyebabkan daun selada rusak atau terbakar. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, penyiraman selada dapat dilakukan dengan tepat dan menjaga kualitas dan pertumbuhan tanaman selada. Pemupukan Selada Pupuk yang sesuai dengan jenis selada yang ditanam dapat digunakan. Lakukan pemupukan setiap 2 minggu sekali, terutama jika menanam selada di dalam pot atau hidroponik. Pemupukan selada sangat penting untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman selada agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produksi yang optimal. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan selada 1. Pemilihan Pupuk Pilihlah pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman selada. Pupuk yang umum digunakan untuk selada adalah pupuk organik seperti pupuk kandang, kompos, dan pupuk daun. Selain itu, pupuk anorganik seperti pupuk NPK juga dapat digunakan, namun harus digunakan dengan dosis yang tepat agar tidak merusak tanaman. 2. Waktu Pemupukan Waktu pemupukan selada tergantung pada fase pertumbuhan dan jenis pupuk yang digunakan. Pada umumnya, pemupukan dilakukan saat tanaman selada sudah berumur sekitar 3-4 minggu setelah tanam dan dilakukan secara berkala setiap 2-3 minggu sekali. 3. Dosis Pemupukan Dosis pupuk yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman selada. Jangan memberikan pupuk terlalu banyak karena dapat merusak akar selada dan memicu pertumbuhan tanaman yang terlalu cepat sehingga menghasilkan daun yang tipis dan mudah layu. 4. Cara Pemupukan Pemupukan dapat dilakukan dengan cara dicampurkan langsung ke dalam media tanam atau disemprotkan pada daun tanaman selada. Jika menggunakan pupuk anorganik, sebaiknya dicampurkan terlebih dahulu dengan air sebelum diberikan ke tanaman selada. Pengendalian Hama dan Penyakit Budidaya Selada Selada dapat terserang oleh berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit pada selada sangat penting untuk menjaga kualitas dan produktivitas tanaman. Berikut ini adalah beberapa cara pengendalian hama dan penyakit pada selada 1. Hama Pada Tanaman Selada Beberapa jenis hama yang sering menyerang selada antara lain ulat, wereng, kutu daun, dan trips. Cara pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut – Penyemprotan insektisida secara rutin, terutama saat tanaman masih muda. – Membersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman yang sudah mati di sekitar lahan tanam. – Menanam tanaman pengusir hama seperti bawang merah, jahe, dan daun pandan. 2. Penyakit Saat Budidaya Selada Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang selada antara lain busuk akar, layu fusarium, karat, dan bercak daun. Cara pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut – Menanam bibit selada yang sehat dan bebas dari penyakit. – Menjaga kelembaban tanah yang cukup dan tidak terlalu basah. – Membersihkan daun yang rusak atau terkena penyakit dan membuangnya dari lahan tanam. – Penyemprotan fungisida secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit. Dalam pengendalian hama dan penyakit pada selada, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengamatan secara teratur terhadap kondisi tanaman. Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, produksi selada dapat dipertahankan dan meningkatkan kualitasnya. Proses Panen Selada Proses panen selada tergantung pada jenis selada yang ditanam. Selada dapat dipanen ketika sudah mencapai ukuran dewasa, yaitu sekitar 30-60 hari setelah penanaman tergantung pada varietasnya. Berikut adalah beberapa cara panen selada yang dapat dilakukan 1. Memetik Daun Secara Bertahap Pemetikan daun selada secara bertahap dapat dilakukan dengan memetik daun yang sudah cukup besar dan tumbuh pada bagian luar tanaman. Daun selada yang dikeluarkan tidak akan merusak pertumbuhan tanaman selada dan dapat digunakan untuk konsumsi sehari-hari. 2. Memetik Seluruh Tanaman Pemetikan seluruh tanaman selada dilakukan ketika tanaman sudah mencapai ukuran yang diinginkan. Tanaman selada dapat dipotong dengan gunting, atau dicabut dengan akar jika ditanam di lahan terbuka. 3. Panen Terus Menerus Panen terus menerus dilakukan dengan memanen daun selada yang siap secara berkala, tanpa harus memetik seluruh tanaman. Metode ini biasanya digunakan untuk budidaya selada hidroponik atau dalam pot. Setelah dipanen, selada harus segera diolah atau disimpan di tempat yang sejuk dan kering untuk menjaga kesegaran dan kualitasnya. Dengan melakukan proses perawatan hingga panen yang tepat, diharapkan dapat menghasilkan selada yang sehat dan berkualitas tinggi dengan waktu panen yang lebih cepat. Baca juga Budidaya Tomat Servo di Musim Hujan Unduh PDF Unduh PDF Dianggap sebagai daun sayuran paling tua yang dikonsumsi oleh manusia, selada air adalah sepupu dekat sawi, kol dan arugula. Selada air menyediakan banyak nutrisi dan manfaat kesehatan, dan bisa digunakan dalam salad, sup, roti isi dan untuk memberi rasa pedas yang segar.[1] Walau dianggap sebagai tanaman tahan lama yang akuatik atau semi akuatik yang sering ditemukan di air yang mengalir pelan, Anda juga bisa menanam selada air di dalam wadah di dalam ruangan atau di mana saja di luar ruangan selama ada peneduh dan mendapatkan banyak air.[2] 1 Beli biji selada air. Biji bisa dipesan daring atau dari toko perlengkapan berkebun dan kebun bibit. Jenis selada air yang terkenal di antaranya adalah English Watercress dan Broad Leaf Cress. Anda juga bisa mulai menanam dari selada air yang sudah besar yang bisa dibeli di supermarket atau pasar petani. Rendam saja dasar tangkai di dalam air beberapa hari untuk mendorong pertumbuhan akar dan lanjutkan dengan menanam dalam tanah seperti Anda menanam dimulai dari biji. 2 Siapkan wadah untuk menanam. Pilih wadah besar dengan lubang drainase yang dalamnya paling tidak 15,2 cm. Tambahkan selapis kain lanskap di dasar wadah untuk menjaga media tanam hanyut saat disiram. Tambahkan serpihan pecahan pot atau batu-batu kecil pada lapisan dasar wadah agar drainasenya baik.[3] Anda juga bisa menggunakan beberapa wadah kecil dan letakkan dalam sebuah baki drainase yang ukurannya lebih besar. Wadah plastik lebih direkomendasikan dibanding pot terakota, karena air akan mengering terlalu cepat bagi selada air bila menggunakan pot terakota. 3 Letakkan baki drainase yang lebih besar dibawah wadah menanam agar tanaman diairi dengan baik setiap juga bisa meletakkan batu-batu kecil dalam baki drainase agar air bisa mengalir bebas ke dalam wadah menanam. 4 Isi wadah menanam dengan media tanam. Gunakan media tanam tanpa tanah yang berdrainase baik dan mengandung gambut atau perlite atau vermiculite. Tinggalkan ruang sekitar 5 cm di atas bibir wadah dan siram tanah dengan baik.[4] Keasaman atau pH ideal media tanam adalah 6,5 dan 7,5. 5Taburkan biji-biji selada air. Masukkan biji 0,64 cm di dalam wadah menanam, berikan jarak 7,6 hingga 10,2 cm di antara tiap biji. 6 Siram dengan banyak air. Rendam media tanam cukup dalam hingga hari mengisi baki drainase di bawahnya kurang lebih setengah penuh, tapi jangan biarkan air leibh tinggi dari wadah menanam. Ganti air dalam baki drainase dengan air baru tiap dua hingga tiga hari.[5] Untuk menjaga seluruh tanah tutup permukaan dengan lembaran plastik tipis transparan yang diberi lubang-lubang kecil, ini akan menjaga air dan memungkinkan air mengalir. Plastik bisa dibuka saat tunas mulai muncul di atas permukaan tanah. Semprot permukaan tanah dengan air dari botol semprot dua hari sekali. 7 Letakkan wadah di bawah sinar matahari tidak langsung. Posisikan selada air di tempat yang menerima cahaya alami kurang lebih enam jam sehari, tapi coba hindari dari sinar matahari langsung yang bisa membakar tanaman yang masih muda. Anda bisa meletakkan wadah di dalam ruang atau ketika temperatur tempat tinggal Anda di antara 13˚ dan 24˚C, Anda bisa meletakkan wadah di luar selama bulan-bulan bercuaca hangat. 8Beri selada air pupuk. Masukkan sedikit pupuk berkebun segala fungsi yang larut dalam air ke dalam air dalam baki drainase sesuai jumlah yang direkomendasikan. 9 Panen selada air. Setelah tanaman tumbuh kurang lebih 12,7 hingga 15,2 cm, gunakan gunting dapur atau tanam untuk memotok 10,1 cm terujung dari tanaman sesuai keperluan. Hindari memotong lebih dari sepertiga tanaman ketika agar tanaman memiliki daun yang cukup untuk tetap tumbuh. Panen secara periodik membantu pertumbuhan baru pada tanaman. 10Cuci selada air. Bila selada air dalam air dingin, keringkan dan gunakan langsung atau bungkus dan simpan dalam kulkas untuk digunakan dalam beberapa hari ke depan. Iklan 1Anda juga bisa mulai menanam dari selada air yang sudah besar yang bisa dibeli di supermarket atau pasar petani. Rendam saja dasar tangkai di dalam air beberapa hari untuk mendorong pertumbuhan akar dan lanjutkan dengan menanam dalam tanah seperti Anda menanam dimulai dari biji. 2 Pilih lokasi menanam. Selada air tumbuh dengan baik di tempat yang sejuk, tapi terkena sinar matahari dengan peneduh sebagian. Menanam selada air dalam air segar dangkal yang mengalir seperti aliran air atau sungai kecil adalah ideal. Tapi Anda juga bisa membuat kolam atau rawa buatan Anda sendiri. Waktu menanam yang ideal adalah di awal musim semi setelah cuaca beku terakhir, atau di awal musim panas sebelum temperatur turun terlalu rendah. 3Siapkan tempat menanam. Bila Anda memiliki aliran atau sungai kecil, siapkan 10,1 hingga 15,2 cm kompos organik campurkan dengan 15,2 hingga 30,2 cm tanah.[6] 4Buat tempat menanam. Bila Anda tidak memiliki sumber air, gali lubang yang berukuran kurang lebih 61 cm lebarnya dan 35 cm dalamnya untuk membuat rawa. Lapis dasar dan tepinya dengan plastik pelapis kolam tebal, tinggalkan bibir selebar 15,2 cm di puncak dan buat beberapa lubang di tepi untuk drainase. Isi lubang yang sudah dilapisi dengan satu bagian tanah kebun, satu bagian pasir bangunan kasar, satu bagian kompos dan segenggam penuh pupuk.[7] 5 Airi tempat menanam. Bila menanam di dekat aliran air, pastikan tanah terendam dalam. Bila Anda telah membuat tempat menanam, isi rawa buatan hingga tepinya dengan air. Bila Anda telah membuat tempat menanam, siram air area tersebut tiap dua hingga tiga hari untuk memastikan tanahnya terendam air seluruhnya atau pasang pompa air untuk menjaga air segar bersirkulasi melalui rawa. 6 Tanam selada air. Tanam biji-biji 6,3 mm dalamnya dan kurang lebih 12,6 mm jarak antara biji, dan tutupi dengan selapis tanah berkebun yang halus. Anda juga bisa mulai menanam selada air di dalam ruangan menggunakan metode di atas atau memindahkan tanaman yang sudah mapan. Namun karena tanamannya halus, mungkin sulit dipindahkan. 7Tanam selada. Saat selada air bertunas, jauhkan jarak antara tunas hingga hingga cm satu sama lain. Bila bunga kecil putih muncul, pangkas lagi dengan gunting berkebun untuk mendorong pertumbuhan tanaman. 8 Panen selada air. Setelah tanaman tumbuh kurang lebih 12,7 hingga 15,2 cm, gunakan gunting dapur atau tanam untuk memotong 10,1 cm terujung dari tanaman sesuai keperluan. Hindari memotong lebih dari sepertiga tanaman ketika agar tanaman memiliki daun yang cukup untuk tetap tumbuh. Panen secara periodik membantu pertumbuhan baru pada tanaman. Iklan Bila lalat putih muncul di bawah daun selada air, basuh dengan air sabun secara teratur.[8] Singkirkan keong dan siput dengan tangan bila muncul. Jaga area di sekeliling selada air bebas rumput liar dan beri sedikit humus agar tetap lembap dan mencegah rumput liar tumbuh. Iklan Peringatan Bila menanam selada air dekat aliran air atau sungai kecil, uji air untuk mengetahui adanya kontaminasi atau polutan yang berbahaya. Hindari menggunakan insektisida, herbisida dan pestisida pada atau dekat selada air Anda karena selada air menyerap dengan mudah dan bisa melukai manusia yang makan tanaman tersebut. Cuci selada air dengan baik sebelum dimakan untuk mencegah tanah atau polutan lain termakan. Iklan Hal yang Anda Perlukan Wadah menanam Baki drainase Media tanam tanpa tanah Pupuk Biji atau tunas selada air Batu-batu kecil atau pot-pot pecah Lapisan lanskap Lembaran plastik Paku kayu Botol penyemprot Gunting taman atau dapur Sekop taman Pelapis kolam dari plastik Kompos Tanah untuk berkebun Selang taman Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Salah satu sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah seledri. Biasanya, para petani seledri menggunakan teknik cara menanam seledri di sawah atau cara menanam seledri di polybag mengingat mereka memiliki medium yang luas untuk menanam seledri dalam skala yang luas. Namun semenjak teknologi teknologi hidroponik semakin meluas, kita bisa menanam beragam jenis sayuran sendiri. Nah, seledri menjadi salah satu sayuran yang sering digunakan untuk bahan percobaan’ karena tanaman ini tumbuh dengan cepat dan nggak ribet. Nggak heran, banyak orang mulai mencari-cari artikel soal cara menanam seledri hidroponik sampai cara menanam seledri tanpa ini Hipwee Tips akan membagikan beberapa cara menanam seledri dari batang juga cara menanam seledri dari Pilih biji atau batang seledri yang subur dan segar. Kamu hanya perlu memilih seledri yang memiliki ukuran batang besar dan terlihat segarSebenarnya, menanam seledri nggak terlalu sulit. Apalagi kalau kamu sudah tahu karakter dan kebutuhan tanaman sayur satu ini. Kamu bisa menggunakan beragam cara untuk menanam seledri. Misalnya, menggunakan cara menanam seledri dari sisa hanya perlu memilih seledri yang memiliki ukuran batang besar dan masih segar. Potong batangnya kira-kira 5 cm dari ujungnya. Selain lewat batang, kamu juga bisa menggunakan biji atau benih seledri langsung. Kamu bisa menemukan penjual benih seledri di toko-toko pertanian atau bisa mendapatkannya lewat toko daring dengan harga yang Sebagai awalan, coba tanam batang seledri dalam wadah berisi air. Pastikan batang hanya masuk setengahnya agar seledri bisa menumbuhkan tunas baruJika sudah mendapatkan bibit batang terbaik, kamu bisa mulai cara menanam seledri di air lewat medium gelas kecil atau mangkuk kecil berisi air. Kamu juga bisa mengganti gelas atau mangkuk dengan botol bekas. Kamu hanya perlu memastikan kalau air dalam wadah nggak merendam semua potongan batang. Usahakan batang seledri hanya masuk setengahnya sudah disimpan dalam air, simpan seledri di tempat yang pencahayaannya baik dan suhunya lembap. Sebab suhu udara adalah hal paling penting bagi pertumbuhan dan kesuburan tanaman Jika batang sudah menumbuhkan daun dan tunas baru, pindahkan tanaman seledri ke medium pot, botol bekas, atau halaman rumah yang memiliki tanah suburSetelah disimpan beberapa hari di wadah air, batang seledri akan memunculkan daun-daun kecil. Jika sudah seminggu, biasanya akan muncul tunas baru dari batang seledri awal. Jika sudah mengeluarkan tanda-tanda pertumbuhan tersebut, kamu harus mulai memindahkan dengan cara menanam seledri di pot berisi tanah agar seledri nggak dan tanam ulang batang seledri ke dalam pot, botol bekas, atau halaman yang pastinya ada medium tanahnya. Tanam di tanah yang subur dan kaya nutrisi, bukan tanah berpasir yang gersang. Ingat, kelembapan itu Pada awal pertumbuhan, dianjurkan untuk menyiram seledri 2-3 kali sehari. Jika sudah tumbuh cukup, siram 2-3 kali dalam semingguMeski butuh kelembapan, seledri juga nggak boleh terlalu basah karena dapat membusuk. Pada minggu pertama, kamu harus menyiram tanaman ini setiap pagi dan sore. Setelah muncul daun yang agak rimbun, kamu hanya perlu menyiramnya 2-3 kali dalam seminggu. Penyiraman ini tujuannya untuk memastikan tanaman seledri mendapat air yang Untuk merangsang pertumbuhan dan kesuburan tanah, gunakan pupuk organik cair secukupnya pada tanaman seledriSebenarnya, jika jumlah seledri yang kamu tanam nggak banyak, kamu nggak perlu memberi pupuk. Namun, jika kamu memang serius membudidayakan seledri dengan cara organik dan berniat untuk menjadikannya bisnis, maka memberi pupuk adalah salah satu cara menanam seledri agar tumbuh subur dan dianjurkan untuk memberikan pupuk organik cair karena hasilnya yang terbukti efektif. Nggak perlu risau, pupuk organik cair yang sudah jadi bisa kamu temukan di toko pertanian atau bisa meraciknya sendiri di rumah. Siapkan sebanyak 10 ml bahan pupuk yang dicampurkan dengan 1 liter air, lalu siramkan secara merata pada tanah di sekitar Jika muncul hama, basmi dengan pestisida organik agar kesegaran tanaman tetap terjagaSeledri bukan tanaman yang mengundang hama atau sering terkena penyakit. Apalagi jika kita hanya menanam seledri pada media pot, polybag, atau hidroponik. Penyakit dan hama biasanya muncul pada budidaya seledri dalam skala yang luas yang diperuntukkan untuk bisnis. Jika hal ini terjadi, basmi hama tanaman dengan pestisida organik agar kesegaran dan pertanian organik tetap terjaga. Jangan pakai pestisida kimia ya~Nah, itu dia beberapa cara untuk menanam seledri lewat batang dan biji. Sebenarnya ada banyak cara untuk membudidayakan tanaman ini. Kamu juga bisa menggunakan cara menanam seledri dari akar atau cara menanam seledri dari sisa dapur yang sudah nggak terpakai. Jangan takut mencoba, ya! Ilustrasi cara menanam selada air. Sumber Nebular Group/ Selada air adalah salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan karena peluangnya cukup menjanjikan. Selain itu, cara menanam selada air juga dianggap mudah apabila mengetahui penanganan yang tepat. Selain penanaman yang mudah, manfaat selada air yang sangat banyak juga menjadi salah satu pertimbangan masyarakat untuk membudidayakannya. Hal itu juga diungkapkan oleh Salamah, Purwaningsih, dan Permatasari dalam Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif pada Selada Air Nasturtium officinale LR Br, bahwa selada air bermanfaat untuk membantu membersihkan darah, melancarkan pencernaan, serta detoksifikasi liver. Untuk mengetahui cara menanam selada air dengan tepat, baca penjelasan dalam artikel berikut Menanam Selada AirIlustrasi cara menanam selada air. Sumber Marahwan/ Terdapat beberapa tahapan menanam selada air yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membudidayakannya. Adapun cara menanam selada air antara Menyiapkan Media TanamCara menanam selada air yang pertama adalah dengan menyiapkan media tanam. Media tanam yang tepat adalah pada sungai atau aliran air kecil. Namun apabila tidak ada, selada air juga bisa ditanam dengan membuat area rawa sendiri. Caranya bisa dilakukan dengan membuat kolam dengan kedalaman 12 inci dan lebar 2 kaki. Selanjutnya, kolam perlu ditambahkan liner dan membuat lubang di bawah liner untuk drainase. Selain itu, pastikan untuk membuat lubang pada liner untuk membantu aliran air. Setelah membuat rawa kecil, langkah berikutnya adalah menyiapkan media tanamnya. Campuran tanah dengan pupuk kompos dan masukkan ke dalam rawa buatan. Selanjutnya, tutup liner dengan tanah dan mengisi air pada Menanam Selada AirCara menanam selada air selanjutnya adalah dengan menaburkan benihnya pada rawa sedalam ¼ inci dengan jarak ½ inci. Setelah itu, jangan lupa untuk menutupi benih dengan tanah media tanam dan menyiramnya agar media tanam tetap lembap. 3. Membudidayakan Selada AirKetika selada air sudah tumbuh sekitar 5-8 inci, bibit tersebut perlu dipisahkan agar dapat tumbuh dengan maksimal. Caranya adalah membuat rawa dengan teknik yang sama seperti sebelumnya dan tanam kembali tanaman yang sudah dipisahkan. Selain itu, setiap petani perlu memastikan kelembapan media tanamnya karena selada air membutuhkan kadar cairan yang Perawatan dan PanenUntuk merawat selada air, petani bisa memotong bunga putih di musim dingin untuk membantu pertumbuhannya. Cara memanen selada air juga bisa dilakukan dengan mudah. Cukup potong bagian daun dan batang sekitar beberapa inci. Selain itu, panen selada air bisa dilakukan kapanpun saat dibutuhkan. Karena selada air adalah jenis tanaman tahunan yang bisa terus tumbuh setelah dipotong. Demikian sejumlah informasi mengenai cara menanam selada air yang bisa dilakukan dengan mudah apabila mengikuti setiap tahapannya dengan benar. [ENF] Selada atau yang dikenal dengan nama lettuce merupakan tanaman yang bisa tumbuh di daerah dengan iklim sedang maupun tropis. Selada sangat sering digunakan sebagai sayuran dan bahan utama salad dan sering Anda temui pada makanan sejenis hotdog atau hamburger. Telah diyakini bahwa selada berasal dari bagian timur dari Laut seladaAda beberapa jenis selada yang biasa dibudidayakan, diantaranya adalah lollo verde, lollo rosso, iceberg lettuce head lettuce, cos/romaine lettuce, boston lettuce, radicchio, dan butterhead. Beberapa karakteristiknya adalah sebagai Verde, sering disebut sebagai selada keriting. Ciri-cirinya adalah memiliki daun yang ramping namun dengan ujung yang bergelombang atau kriting. Tulang daunnya berwarna putih dengan tekstur yang Rosso, mirip dengan selada keriting namun yang membedakannya adalah warna ujung daunnya yang berwarna kemerahan. Teksturnya lembut dan renyahIceberg Lettuce, memiliki bonggol yang besar. Daunnya berlapis-lapis dan padatCos/ Romaine Lettuce, memiliki bentuk yang mirip dengan sawi putih. Warna daunnya hijau dengan bentuk yang Lettuce, memiliki bonggol di bagian bawahnya atau di pangkalnya. Teksturnya juga renyahRadicchio, memiliki bentuk fisik yang secara kasat mata berbeda dengan selada lainnya. Daunnya berwarna merah gelap dengan serat-serat putih. Bentuknya bulat memanjang dan rasanya agak memiliki lembaran-lembaran daun yang berwarna jugaCara Menanam KubisCara Menanam LobakCara Menanam BuncisManfaat SeladaSelada biasanya dikonsumsi secara langsung tanpa proses rebusan ataupun digoreng. Cukup dengan dicuci hingga bersih, kemudian langsung dimakan. Selada telah diketahui memiliki kandungan vitamin A, C, K, dan kaya mineral. Beberapa manfaat mengkonsumsi selada bagi kesehatan tubuh adalah sebagai kesehatan fungsi penglihatan atau mataMeningkatkan kesehatan kulitMencegah penuaanMencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan tulangMeningkatkan kesehatan reproduksiMenjaga kesehatan janin saat kehamilanMembantu menjaga produksi sel darah merahSetelah mengetahui sekilas tentang selada, apakah Anda tertarik untuk menanam selada? Sudah dapat dipastikan bahwa selada dapat tumbuh di wilayah Indonesia mengingat syarat tumbuhnya yang cocok dengan kondisi wilayah di Indonesia. Berikut ini adalah cara menanam selada dan perawatannya yang dapat Anda simak secara jugaCara Menanam NanasCara Menanam JengkolCara Menanam Kacang MerahCara menanam selada dan perawatannya. Bagaimana cara menanam selada dan perawatannya? Apakah Anda tertarik untuk membudidayakan tanaman yang sangat lekat dengan makanan khas negara barat ini? Berikut adalah Pemilihan Bibit Unggul SeladaSelada jenis apakah yang ingin Anda tanam? Sebelum menanam selada, pastikan Anda sudah menentukan jenis selada yang Anda inginkan. Beberapa jenis selada tersebut adalah lollo verde, lollo rosso, iceberg lettuce head lettuce, cos/romaine lettuce, boston lettuce, radicchio, dan butterhead. Masing-masing jenis selada memiliki tekstur dan cita rasa yang sedikit berbeda satu sama mendapatkan benih selada, Anda bisa mendapatkannya di toko bibit atau petani lokal terdekat. Pastikan bibit yang Anda pilih adalah bibit yang berkualitas. Mulai dari bibit yang berkualitas, maka harapan akan mendapat selada yang sehat dan berkualitas juga semakin JugaCara Menanam Sawi PutihCara Menanam BuncisCara Menanam Lobak2. Persiapan Media TanamJika bibit selada sudah disiapkan, maka langkah selanjutnya dari enam cara menanam selada dan perawatannya adalah persiapan media tanam. Media tanam yang diperlukan tentunya harus memenuhi syarat tumbuh dari selada guna menunjang pertumbuhan tanaman selada. Berikut ini adalah media tanam yang perlu disediakan untuk menanam benih gembur dan kaya nutrisiPupuk kandang atau pupuk komposSekam padiPot atau polybag yang sudah diberi lubang di bagian bawahnyaCetok atau sejenis alat untuk mencampurkan tanah dan pupukAlat siram dengan air secukupnyaSetelah semua alat dan bahan tersedia, maka proses menanam selada sudah bisa jugaCara Menanam CengkehCara Menanam SeraiCara Menanam Kacang Tanah3. Penyemaian Benih SeladaLakukanlah penyemaian dengan mengikuti langkah-langkah berikut tanah, sekam padi, dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 21 rata campuran tersebut dengan menggunakan cetok atau alat ¾ bagian pot atau polybag yang digunakan dengan campuran tanah, sekam padi, dan pupuk lubang di bagian tengahnya sedalam 2 dua benih atau biji selada di lubang yang telah dibuat pada masing-masing pot atau biji atau benih selada dengan campuran tanah dan tanah dengan menepuk-nepuk secara dengan air secukupnya. Lakukanlah dengan lembut. Pastikan agar media semai tetap selada biasanya tumbuh atau mulai berkecambah setelah berumur 3 sampai 4 hari. Tetaplah siram benih yang disemai dengan teratur. Biarkan bibit tumbuh di persemaian hingga berumur 17 hari. Pada usia ini bibit biasanya sudah memiliki daun sebanyak 4 sampai 5 helai. Hal itu menandakan bahwa bibit sudah siap untuk dipindahkan ke media atau lahan yang lebih jugaCara Menanam Bunga RosCara Menanam Bunga Sedap MalamCara Menanam Lengkuas4. Pengolahan Lahan Tanam Bibit SeladaSebelum memindahkan ke lahan yang permanen, hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan pengolahan lahan tanam itu sendiri. Lahan tanam perlu diberi suatu treatment tertentu agar daya produktivitas lahan semakin meningkat. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengolah lahan tanam tumbuhan selada agar semakin subur dan siap lahan tanam bibit selada di area yang sterilisasi lahan dengan melakukan penyiangan atau pemberantasan penggemburan tanah dengan kedalaman sekitar 10 cm. Bisa Anda sesuaikan dengan ukuran bibit dan campurkan pupuk kandang atau pupuk kompos ke lahan lahan Anda selama kurang lebih 2 lahan untuk menghaluskan tanah dengan pupuk dan arang lahan disiapkan, maka langkah selanjutnya dalam cara menanam selada dan perawatannya adalah pemindahan bibit selada ke lahan yang lebih jugaCara Menanam Bunga AsokaCara Menanam Bunga LavenderCara Menanam Buah Tin5. Pemindahan Bibit SeladaPemindahan bibit dapat dilkaukan jika bibit sudah siap tanam dan lahan sudah siap untuk ditanami. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan pemindahan bibit selada. Kuncinya adalah hati-hati. Lakukanlah sesuai dengan langkah-langkah berikut polybag yang Anda gunakan untuk menanam bibit menggunakan pot, lakukanlah penyangkulan sederhana di sekitar bibit bahwa proses menyangkul tidak mengenai akar bibit bibit hingga ke ada tanah yang yang terangkat, dibiarkan bibit selada ke dalam lubang tanam yang telah bagian akarnya dengan bibit selada tegak dengan air secukupnya secara jugaCara Menanam Cabe JamuCara Menanam Jambu BijiCara Menanam Kacang Hijau5. Perawatan Tanaman SeladaRawatlah tanaman selada dengan menyiram, melakukan penyiangan, dan memastikan sistem drainasenya sudah sangat baik untuk mencegah tanaman gagal panen! Anda dapat mencoba hal-hal berikut ini untuk PenyiramanSiramlah tanaman selada secara berkala, yaitu dua kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Jika cuaca hujan, Anda bisa mengurangi frekuensi penyiraman. Intinya, jagalah kelembapan kondisi PenyianganLakukanlah penyiangan atau pencabutan tanaman liar di sekitar tanaman selada. Mengingat selada merupakan tanaman dengan akar yang dangkal, maka daya saingnya dalam menyerap nutrisi dalam tanah akan lebih tipis dibandingkan dengan tanaman lar di sekitarnya. Penyiangan wajib dilakukan secara berkala untuk menghindari gagal PengairanPengairan atau drainase dari tanaman selada perlu untuk dipantau dan diperhatikan untuk menghindari terjadinya genangan air yang dapat merusak tanaman selada. Dengan memperhatikan sistem drainase, ini berarti Anda sekaligus dapat mencegah atau mengendalikan hama penyakit tanaman jugaCara Menanam TogeCara Menanam Cabe RawitCara Menanam Cabe Keriting9. Proses Panen SeladaJika selada sudah mencapai usia 40 sampai 60 hari sejak masa penyemaian, maka tanaman selada dianggap sudah siap untuk dipanen. Berikut ini adalah cara yang tepat untuk memanen selada sampai ke selada daun yang masih daun selada sudah layu atau kering, buanglah!Cuci selada dengan air mengalir hingga selada berdasarkan besar daun yang dalam satu keranjang selada dengan gerak yang cepat, mengingat masa selada yang baik berada dalam kurun waktu jugaCara Menanam ManggaCara Menanam SemangkaCara Menanam MarkisaCara Budidaya Selada di PotBerikut ini adalah cara mudah untuk menanam selada dengan menggunakan media bibit selada yang berkualitasSiapkan media tanam seperti tanah, pupuk kandang atau kompos, dan padi sekamSiapkan pot yang sudah dilubangi di bagian media tanah, pupuk, dan padi sekam dengan perbandingan 211Penuhi pot dengan campuran tersebutTanam benih ke dalam media tanamSiramlah secara berkalaLakukan perawatan secara intensifSelada siap dipanen setelah 40 sampai 60 hari setelah pembibitanBaca jugaCara Budidaya DurianCara Menanam Bawang PutihCara Menanam Bunga Wijaya KusumaSyarat Tumbuh SeladaBeberapa syarat tumbuh yang perlu Anda ketahui untuk menanam selada adalah sebagai wilayah tanam sekitar 500 sampai 2000 mdplSuhu udara 15 sampai 20 derajat CelciusJenis tanah tanah liat berpasirKondisi tanah gembur, remah, tidak mudah tergenang airPH tanah 6,0 sampai 6,8Intensitas cahaya matahari cukupCuaca tidak banyak awanLahan tanam di tempat terbukaBerikut ini adalah panduan lengkap cara menanam selada di pot Demikianlah cara menanam selada dan perawatannya. Sebenarnya cukup mudah bukan? Selamat bercocok tanam!Baca jugaCara Menanam Bunga KertasCara Menanam TomatCara Menanam Lidah Buaya

cara menanam selada air dari batang